TIME

Home » » PENGUKURAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO

PENGUKURAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO

Written By Unknown on Rabu, 01 April 2015 | 12.52.00


Kanal siaran Radio MW
  • Kanal 1 , Frek. 531 kHz
  • Spasi frekuensi per kanal 9 kHz.
  • Kanal tertinggi: Kanal 120, Frek. 1602 kHz
  • jumlah angka frek selalu 9, bila bukan sembilan salah.


Kanal siaran Radio FM
  • Kanal 1, Frek. 87.6 MHz.
  • Spasi frekuensi perkanal 100 kHz.
  • Kanal tertinggi, kanal 203, Frek 107.8 MHz.
  • Spasi frekuensi wilayah siaran yang sama:   
Kanal siaran Televisi
  • KM 74 TAHUN 2003
  • Band IV dan Band V
  • Kanal terendah kanal 22, frek. 478 MHz – 486 MHz
  • Kanal tertinggi kanal 62, frek.798 MHz – 806 MHz.

Pengukuran Daya
         Langsung
    • Power Meter pada Dummy Load
    • Tidak Langsun
    •   Menggunakan DC (Directional Coupler)
    •  Daya output yang dikeluarkan DC kecil, cukup aman bagi alat ukur cukup dengan miliwatt
    • Kemajuan Teknologi dengan spectrum analyzer


Directional Coupler


Po tx   (dBm)   =  Pspl  (dBm) + A dc (dB)

Po tx   =  Power output pemancar  (dBm)
Pspl    =  Power sampel (dBm) (power yg ditunjukkan alat ukur)
Adc     =  Attenuasi directional coupler

Perhitungan daya dgn DC
 Contoh : 
  • Adc    =   67 dB
  • Pspl = - 15 dBm
  • Potx  =  -15 dBm + 67 dB   = 52 dBm  =  158 Watt


Pengukuran Field Strength
  • Pengukuran FS Pemancar Radio AM MW dan  AM SW
    • Frekuensi dibawah 30 Mhz
    • Direkomendasikan untuk menggunakan antenna vertical atau loop antenna.
    • Tinggi antena kira-kira 1 sd 1.5 meter


         Pengukuran FS Pemancar Radio FM dan Pemancar TV
    •  Frekuensi antara 30 Mhz dan 1 GHz
    • Polarisasi antena receiver harus sama dengan polarisasi antena pemancar yang diukur.
    • Jenis antena biasanya hal-wave dipole
    •  Arah beam antena FS Meter ke lokasi Tx
    • Ketinggian antena direkomendasikan 10 meter diatas tanah, Bila kurang 10 m, hasil ukur + nilai konversi

  •  Di setiap test poin dilakukan pengukuran tambahan di beberapa titik sebagai berikut:
    • lima langkah ke depan,
    • lima langkah ke belakang, 
    • lima langkah ke samping kiri dan
    • lima langkah ke samping kanan.
    • Buat Rata2 dari hasil pengukuran tsb
  • Syarat lokasi pengukuran:
    • Ruangan terbuka
    • Hindari kemungkinan adanya refleksi
    • Hindari bangunan dengan atap logam/ seng
    • Hindari obstacle menara besi
    • Jauh dari kabel tegangan tinggi
    • Jauh dari bundel kabel telepon
    •  Seminimal mungkin noise akibat busi kendaraan, mesin2 listrik
Pengukuran Bandwidth
 Berdasarkan REC. ITU-R SM.443-4. (2007)
  •  Metoda-metoda  pengukuran bandwidth direkomendasikan:
  • Pengukuran langsung dengan metoda “ ß%”  yang dispesifikasikan pada Annex 1, digunakan pada stasiun monitoring ketika mengukur occupied bandwidth.
  • Pengukuran dengan metoda “x dB”  yang dispesikifikasikan pada Annex 2 digunakan untuk mengukur x dB bandwidth.
  • Bandwidth yang digunakan dapat di perhitungkan (estimation) dari x dB bandwidth dengan menggunakan prosedure yang diterangkan pada Annex 3, ketika kondisi untuk  pengukuran occupied bandwidth  yang presisi tidak dipenuhi, atau tidak tersedianya peralatan untuk pengukuran dengan metode   ß %.
METODE PENGUKURAN “OCCUPIED BANDWIDTH
  • dengan METODE  “ ß%”
    •  Kondisi Umum yang dibutuhkan untuk pengukuran bandwidth.
    • Kurva “Line of Sight” dengan zona  Fresnel antara pemancar dengan antena penerima harus  diamankan  untuk menjamin  berbedaan  sumber emisi. 
    • Antena directional dengan direktivity yang tinggi dan “front-back ratio” yang tinggi, digunakan untuk meminimalkan pengaruh  fading akibat penerimaan ganda (multipath).
    • Spektrum analiser yang baik atau digital monitoring receiver dapat digunakan


METODE PENGUKURAN “OCCUPIED BANDWIDTH” dengan METODE  “ ß%”
  •      Kondisi Umum yang dibutuhkan untuk pengukuran bandwidth.
  •     Kurva “Line of Sight” dengan zona  Fresnel antara pemancar dengan antena penerima harus  diamankan  untuk menjamin  berbedaan  sumber emisi.
  •       Antena directional dengan direktivity yang tinggi dan “front-back ratio” yang tinggi, digunakan untuk meminimalkan pengaruh  fading akibat penerimaan ganda (multipath).
  •        Spektrum analiser yang baik atau digital monitoring receiver dapat digunakan.


“PENDUDUKAN BANDWIDTH” 
MENGGUNAKAN METODE “X dB”
  • metode “ß %” tidak dapat digunakan untuk pengukuran “pendudukan Bandiwidth” secara langsung pada situasi berikut,
  • Interferensi dalam pita frekuensi pada level yang lebih tinggi dari pada level dari sinyal yang diinginkan.
  • Tidak tersedia Alat Ukur untuk pengukuran dengan metode “ß %”

“PENDUDUKAN BANDWIDTH”  MENGGUNAKAN METODE “X dB”
Secara umum, terdapat dua perbedaan pendekatan untuk memperbandingkan pengukuran bandwidth dengan bandwidth yang diperlukan atau yang diduduki sebagai berikut :
  • Selalu mengukur dengan – 26 dB bandwidth dan gunakan faktor konversi
  • Mengukur sinyal pada nilai yang spesifik dari “x dB” yang berbeda untuk setiap kelas emisi

faktor konversi


 “x dB” untuk setiap kelas emisi.
Pengukuran Frekuensi Deviasi
  • Frekuensi deviasi adalah besarnya simpangan frekuensi carrier oleh amplitude sinyal modulasi pada sistem modulasi FM.
  • Frekuensi deviasi tidak dikenal di sistem modulasi AM.
  • Besar kecilnya frekuensi deviasi dipengaruhi oleh besar kecilnya amplitudo dari sinyal modulasi.
  • Standard maksimum frekuensi deviasi pada Pemancar FM adalah 75 KHz .
  • Standard maksimum frekuensi deviasi pada Pemancar Audio TV adalah 50 KHz
Penghitungan ERP

  •        ERP atau Effective Radiated Power adalah daya pancar yang dikeluarkan oleh antenna.
  •          Misalnya
  •        daya output pemancar = 2 KW, dan
  •        gain antenna = 40 kali
  •        maka ERP = 2KW x 40 = 80 KW
Pengukuran Spurious Radiasi

  • Batas Spurious radiasi yang diperbolehkan berdasarkan Rec. ITU-R SM. 329-10 adalah sebagai berikut :
  • Radio siaran AM MW dan AM SW  adalah 
    • 50 dBc dan level absolut power rms adalah <50 mW
  • Radio Siaran FM adalah :
    •  46 + 10 log P   atau 70 dBc  dipilih mana yang lebih rendah, dan level absolut power rms adalah <1 mW
  • TV Siaran VHF adalah :
    • 46 + 10 log P   atau 60 dBc  dipilih mana yang lebih rendah, dan level absolut power rms adalah <1 mW
  • TV Siaran UHF adalah :
    • 46 + 10 log P   atau 60 dBc  dipilih mana yang lebih rendah, dan level absolut power rms adalah <12 mW
  • dBc = decibels relative
  • P    =  mean power (W) at the antenna transmission line, in accordance with RR No. 1.158. When burst transmission is used, the mean power P and the mean power of any spurious domain emissions are measured using power averaging over the burst duration.
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. OPTIMALISASI SUMBER DAYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger